Tips bertukar kartu nama dengan orang Jepang

December 21, 2006

Tips bertukar kartu nama dengan orang Jepang

  1. Simpanlah kartu nama anda di tempat penyimpanan kartu nama (card holder), jangan mengambil kartu nama dari dompet yang disimpan di (maaf) pantat anda. Card holder sebaiknya disimpan di saku baju/jas bagian atas.

  2. Serahkan kartu nama anda dengan tangan kanan, badan sedikit membungkuk. Lebih bagus lagi diserahkan dengan dua tangan. Saat menerima kartu nama, terimalah dengan dua tangan.

  3. Pastikan menyerahkan kartu nama dalam posisi menghadap lawan bicara. Artinya ketika kita serahkan, lawan bicara kita bisa langsung membaca kartu nama kita tanpa membaliknya.

  4. Kartu nama yg diterima, jangan langsung dimasukkan kantong saku. Hal ini seolah-olah kita dianggap tidak mau tahu/tidak mau kenal.

  5. Taruhlah kartu nama yg diterima diatas meja. Jika klien ada beberapa orang pada saat yg bersamaan, kartu nama jangan ditumpuk tapi dibariskan satu-persatu sesuai urutan tempat duduk di kursi. Ini berguna bagi orang yg sulit mengingat nama beberapa orang sekaligus, kita dapat ‘melirik’ kartu nama yg diletakkan, karena bertanya “Maaf dengan bapak siapa tadi namanya?” jelas tidak etis.

  6. Jangan sungkan meminta kartu nama, walaupun lawan bicara tidak mengisyaratkan untuk memberi. Mungkin dia lupa, ada baiknya diingatkan, daripada kita kesulitan untuk menghubunginya kelak jika ada keperluan. Meminta kartu nama bukan pelanggaran etika. Mintalah dengan sopan dan pastikan data yg ada dalam kartu nama adalah data yang valid misalnya dengan bertanya: “Boleh saya menghubungi bapak ke nomor yg ada di kartu nama ini?”

  7. Pastikan kartu nama anda dalam kondisi bersih, tidak kotor/ sobek/ ada bekas lipatan.

  8. Kartu nama yg diterima dari lawan bicara jangan dimain-mainkan misalnya digulung, atau diremas-remas.

  9. Semakin banyak kartu nama yg kita simpan, tentu akan membutuhkan penanganan tersendiri. Simpanlah kartu nama yang diterima dalam boks khusus dan ditata sedemikian sehingga memudahkan pencarian ketika kita membutuhkan.

Wassalam,
-S-

Email dari AaGym

February 9, 2006

From: Abdullah Gymnastiar
Sent: Tuesday, January 31, 2006 3:16 PM
Subject: Kunci kekuatan ruhiyah

Ass, sahabt2ku skalian
Dalam rangka meningkatkan kekuatan ruhiyah kita
Sebagai amalan B yg pertama BERIBADAH DENGAN BENAR DAN ISTIQOMAH ialah
A. SHOLAT TEPAT WAKTU ,
B. BERJAMAAH
C. DI MASJID
Ternyata kunci nya amat sederhana yaitu
DATANGLAH KE MASJID LEBIH AWAL
Selain kita mndapatkan keutamaan tiga hal diatas
Juga dijanjikan oleh rosul
Ahli sholat yg datang sebelum azan akn bercahaya bagai cahaya matahari di akherat kelak
Yang datang ketika azan bercahaya bagai cahaya bulan purnama
Yang datang sesudah azan bercahaya bagai kilauan bintang
Selamat menikmati menantikan azan dimasjid sambil berzikir
Pecinta Alloh akan mengutamakan yang dicintainya

Silakn disebar kepada seluruh anggotanya ya
Wassalamu alaikum warahmatullohi wabarokaatuh
aagym=

Mengatasi munculnya “Contact Service” di hp Nokia

January 11, 2006

Suatu waktu mencoba men-charge Nokia 6610 lewat kabel data (non ori); awal-awal sih oke karena sudah bbrp kali nge-charge pakai kabel ini ndak ada masalah. Setelah berapa saat, tiba-tiba si Noki langsung nge-hang nggak mau dipakai lagi ditandai munculnya tulisan “Contact Service” di layar hp.

Karena masih garansi, hp langsung dibawa ke gerai nokia untuk minta dibetulkan. Sayangnya tempatnya cukup jauh dan banyak yg ngantre, terpaksa hp ditinggal untuk diambil beberapa hari kemudian. Setelah menanti sekian lama akhirnya hp selesai diservice walaupun semua data sms dan phonebook harus direlakan hilang.

Selidik punya selidik, ternyata penyakit ini sebenarnya bisa kita sembuhkan sendiri tanpa harus ke bengkel service. Tips ini dimuat di klinik troubleshooting tabloid Pulsa edisi 67 edisi November 2005.

“Contact Service” atau “Contact Retailer” memang sering menghinggapi pengguna Nokia seri 60, 40 dan DCT-3. Hal ini terjadi karena komponen penyimpan data memberikan informasi yg salah menyangkut pendistribusian tegangan.

Solusi Ketika kita menerima peringatan “Contact Service” atau “Contact Retailer” ketika baru menghidupkan ponsel, sebagai pertolongan pertama bisa dilakukan hard reset dengan menekan kode *7370# dari posisi standby.

Cara lain yg bisa ditempuh adalah memformat ulang (master clear) dengan menekan tombol-tombol berikut secara bersamaan ketika ponsel dalam keadaan tidak aktif (mati): Tombol ‘Call’, Tanda bintang, Tombol angka 3 dan tombol Power.

Secara teori jika salah satu dari kedua langkah diatas kita lakukan, handphone akan normal kembali. Tapi jika belum berhasil, terpaksa ponsel harus di-flash ulang (reflash) dan ini sebaiknya dilakukan oleh ahlinya.

Dalam kondisi step 1 & step 2 diatas tidak mempan juga, kayaknya tidak ada pilihan lain selain mengikuti pesan yg muncul dilayar (Contact service) … sepertinya anda memang harus menghubungi Nokia service center.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design