Pohon Langka

December 20, 2006

Dodik, teman sedari SD itu sekarang sudah jadi ahli nursery. Ketika beberapa waktu lalu ketemu, seperti biasa saya minta advise soal tanaman. Memang agak sulit ‘berkebun’ di rumah, karena pekarangan kami sangat kecil mungil. Pilihan tanaman yg bisa ditanam pun terbatas. Yg jelas pohon besar tidak muat di pekarangan kami.

Dodik cerita, sudah beberapa waktu ini dia mencoba menanam bibit tanaman yg sudah tergolong ‘langka’. Selain itu dia juga mulai mencoba menanam & menjual bibit yg lagi nge-trend seperti adenium. Biasanya tanaman yg lagi nge-trend sekarang ini harganya jutaan, tapi setelah beberapa waktu harganya turun.

Saya tidak tertarik dengan tanaman ‘pop’ seperti adenium. Lebih tertarik soal tanaman langka. Dodik kemudian memberi beberapa alternatif. Dari sekian banyak koleksinya, yang paling disarankan adalah tanaman Wijaya Kusuma.

“Harga bibitnya lumayan mahal loh, kalo beli di Trubus bisa tiga ratus rebu!” kata Dodik. Melihat sekilas, tak ada yg menarik dari bentuk pohonnya. “Apa istimewanya?” gumamku dalam hati.

Seolah bisa membaca pikiranku, Dodik pun dengan semangat salesmannya menjelaskan, bahwa pohon wijaya kusuma biasanya amat-sangat-jarang sekali berbunga. Berbunga pun cuma sesekali, malam hari lagi. Tapi tak sembarang orang yg menanam bisa melihat bunga wijaya kusuma. “Ada syaratnya” katanya.

“Bunga wijaya kusuma, hanya bisa berbunga jika yg menanam adalah keluarga yg harmonis, keluarga yg tenang, keluarga sakinah.” kata Dodik.

Ah… masa sih… terus terang jadi tambah penasaran. Nama Wijaya Kusuma sudah tenar, beken, apalagi di kalangan orang Jawa. Tapi seperti apa bentuknya ya, bunga wijaya kusuma?

Kalau memang benar apa yg dikatakan Dodik, mungkin tidak sulit menarik benang merah secara logika. Keluarga harmonis tentu punya aura positif yg bisa mempengaruhi pertumbuhan mahluk hidup di sekitar rumah, termasuk pepohonan.

Sebaliknya keluarga yg setiap hari bertengkar, tentu sang pohon pun ogah tinggal di dekat situ. Barangkali kalo pohon bisa ngomong … “Aih… nih orang berantem terus, kapan gue disiramin?”

Keluarga yg amburadul mungkin tidak punya waktu ngurusin keluarga, apalagi ngurusin tanaman di rumah, jadi gak bakalan deh wijaya kusuma mau berbunga disitu.

Hm… boleh percaya boleh tidak. Yang jelas di rumah kini sudah ada tanaman ini. Dodik memberikannya, gratis. Semoga bisa berbunga di halaman kami.

Wassalam,
-S-

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://banyubiru.blogsome.com/2006/12/20/pohon-langka/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design