Tahu Campur Lamongan vs Tahu Campur Semarangan

April 5, 2006

Di Jawa Tengah ada juga makanan namanya tahu campur.
Orang Magelang menyebut makanan ini ‘tahu kupat’.
Orang Semarang bilang ‘tahu gimbal’.
Sama-sama masakan tahu berkuah, tapi rasanya
jauh berbeda dengan tahu campur model lamongan.

Perbedaan utama tahu campur Jawa ada pada rasa kuahnya.
Kuah tahu campur merupakan campuran dari kecap, bawang merah,
dan ingredient lain yg tidak diketahui. Kalo anda pernah makan
tahu gejrot Cirebon … kira-kira seperti itulah rasa kuahnya.

Kuahnya warnanya kehitaman (warna kecap), rasanya manis,
kandungan bawang merahnya menimbulkan rasa semriwing
ketika kuah ini diseruput pelan-pelan.

Sayurnya biasanya berupa rajangan kol, ditaburi bawang goreng
dan seledri. Kalau versi Semarang biasa ditambahi gimbal (= bakwan goreng).
Kalau di Magelang versi kota dingin jadi perlu karbohidrat yg banyak.
jadilah tahu campurnya ditambah ketupat (=’tahu kupat’).

Kalo mau beli tahu tjampur versi jawa ini…
tempat yg paling enak …so pasti..
di warung yg mangkal dekat rumah saya di Ambarawa.
Mbok bakulnya sudah jualan dua generasi, sayang generasi ketiga
sepertinya tidak berminat meneruskan usaha
leluhur mereka membuat tahu campur.

Di warung ini rasa tahunya enak & khas. Tahu digoreng setengah matang,
kuahnya mantap disiramkan ke seluruh sayuran.
Rasanya nikmat sekali, apalagi disantap saat masih panas,
makannya di kota yg dingin Ambarawa …. uenak tenaan!
Di Jakarta, susah sekali menemukan tahu campur jenis ini.
Dulu ketika hunting tahu campur jawa saya sering kecele
karena yg sering mangkal di jakarta biasanya tahu campur Lamongan.

Kalo tahu campur versi jateng ini jarang kelihatan di jakarta.
(kalo ada yg Tau tempat Tahu campur jawa tlg kasih tahu).

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://banyubiru.blogsome.com/2006/04/05/tahu-campur-lamongan-vs-tahu-campur-semarangan/trackback/

  1. Ass…
    Subhanallah… mesjid ini benar-benar megah terakhir saya kesana saat itu masih dlm tahap pengerjaan aula th 2003.Informasi yang saya dapat biaya total pembangunan islamic centre ini menelan biaya kurang lebih hampir 1T,Kubahnya saja diimport langsung dari jerman dan ini sempat 2x terjadi kekeliruan dan hrs di kembalikan lagi,lampu dan batu granit untuk lantai dari itali,sedangkan untuk perabot didalam rumah beliau sebagian besar dari emas (sendok dan garpu)

    Comment by efa aunurrofiq — May 10, 2006 @ 2:11 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design